Kantor Urusan Internasional Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (KUI UPNVJ) melaksanakan kegiatan evaluasi dan diskusi program internasional bersama para Kepala Sub KUI fakultas pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan program internasional yang telah dilakukan, mengidentifikasi tantangan dan hambatan, serta merumuskan rencana pengembangan program internasional pada tahun 2026.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Bambang Susanto, MA., selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala KUI UPNVJ, yang menyampaikan arah dan perkembangan agenda internasionalisasi UPNVJ. Dalam pemaparannya, Plt. Kepala KUI menjelaskan bahwa KUI UPNVJ secara konsisten mengembangkan berbagai program internasional, mulai dari mobilitas internasional mahasiswa inbound dan outbound, kerja sama akademik internasional seperti program double degree, pelaksanaan pelatihan dan kolaborasi antar fakultas dengan mitra luar negeri, hingga penyediaan skema beasiswa bagi mahasiswa asing jenjang sarjana dan magister.
Selain pengembangan program, KUI UPNVJ juga mendorong penguatan layanan pendukung mahasiswa asing, antara lain melalui inisiasi layanan konseling, pelaksanaan evaluasi kepuasan mahasiswa asing, serta peningkatan kualitas layanan administrasi dan akademik yang menunjang proses internasionalisasi di lingkungan UPNVJ.
Selanjutnya, para Kepala Sub KUI dari berbagai fakultas menyampaikan paparan terkait program internasional yang telah dilaksanakan, tantangan dan hambatan yang dihadapi selama implementasi, serta rencana program internasional tahun 2026 di tingkat fakultas. Dari paparan Kepala Sub KUI FH, FEB, FIK, dan FIKES, disampaikan bahwa mitra luar negeri yang paling aktif dan intens di tingkat fakultas antara lain Universiti Teknologi MARA (UiTM), Walailak University, Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA), dan Universiti Kuala Lumpur, dengan bentuk kerja sama yang meliputi guest lecture atau visiting lecturer, adjunct professor, joint research and publication, lecturer exchange, serta konferensi internasional.
Dalam diskusi, para Kepala Sub KUI juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan program internasional, antara lain keterbatasan anggaran untuk mobilitas internasional, minimnya sumber daya manusia (SDM), dominasi kegiatan daring khususnya pada program mobilitas, data kerja sama yang belum terintegrasi, serta cakupan mitra internasional yang masih terbatas di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai bagian dari perencanaan ke depan, KUI UPNVJ bersama para Kepala Sub KUI membahas berbagai rencana pengembangan program internasional tahun 2026, di antaranya pengembangan program double degree, pelaksanaan International Undergraduate Program (IUP), peningkatan joint research, penguatan mobilitas internasional mahasiswa dan dosen, pelaksanaan guest lecture, peninjauan kembali kerja sama yang telah dibentuk di tingkat universitas dan fakultas, serta penguatan tata kelola KUI secara menyeluruh.
Melalui kegiatan evaluasi dan diskusi ini, KUI UPNVJ berharap perencanaan dan pelaksanaan program internasional ke depan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi seluruh fakultas serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) UPNVJ.


