Kantor Urusan Internasional Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (KUI UPNVJ) berpartisipasi dalam kegiatan diskusi kerja sama internasional bersama Biro Kerja Sama Pemerintah Kota Bandung pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas berbagai peluang kolaborasi internasional yang tidak hanya terbatas pada skema sister city, tetapi juga mencakup kerja sama yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Ibu Christine dari Biro Kerja Sama Pemerintah Kota Bandung yang menyampaikan pengantar mengenai arah pengembangan kerja sama internasional Pemerintah Kota Bandung. Selanjutnya, Dr. Bambang Susanto, MA., menyampaikan paparan mengenai profil UPNVJ sekaligus mengusulkan pengembangan kerja sama internasional yang melibatkan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Dalam paparannya, Dr. Bambang Susanto menyampaikan usulan kerja sama sister city antara Kota Bandung dan Kota Linz, Austria, yang dapat merujuk pada hubungan bilateral Indonesia–Austria yang telah terjalin sejak tahun 1954. Disampaikan pula bahwa implementasi kerja sama Indonesia–Austria selama ini masih terpusat di Kota Wina serta beberapa wilayah di Indonesia seperti Jakarta dan Yogyakarta, sehingga diperlukan perluasan kerja sama ke daerah lain yang memiliki potensi strategis, termasuk Kota Bandung.
Namun demikian, kerja sama yang dibahas tidak hanya terbatas pada sister city. Diskusi juga menyoroti berbagai peluang kolaborasi lain yang relevan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan menempatkan UPNVJ sebagai mitra strategis. Kota Linz dinilai memiliki karakteristik yang sepadan dengan Kota Bandung sebagai kota yang aktif dalam pengembangan ekonomi, pendidikan, budaya, teknologi, dan inovasi, sehingga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan aplikatif.
Beberapa peluang kerja sama konkret yang dibahas meliputi digitalisasi layanan publik melalui program Digital Linz yang berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan, kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi dalam sektor budaya dan ekonomi kreatif. Selain itu, Linz sebagai pusat start-up dan industri kreatif dinilai relevan untuk pengembangan kewirausahaan berkelanjutan, sejalan dengan ekosistem start-up yang berkembang di Kota Bandung.
Peluang kerja sama lainnya juga mencakup pengembangan industri berkelanjutan, investasi, promosi UMKM, serta penguatan produk Geographical Indication (GI) Kota Bandung. Seluruh inisiatif tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan pendidikan berbasis praktik, riset terapan, serta pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan sivitas akademika UPNVJ.
Selain itu, KUI UPNVJ juga menyampaikan usulan kerja sama dengan Senior Experten Services (SES), sebuah lembaga internasional yang menyediakan tenaga ahli untuk program Training of Trainer (ToT). Program ini diproyeksikan dapat mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan implementasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung.
Pihak Pemerintah Kota Bandung menyambut baik berbagai usulan kerja sama yang disampaikan oleh KUI UPNVJ dan menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti peluang kerja sama, baik dengan Kota Linz, SES, maupun bentuk kolaborasi lainnya yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui kegiatan ini, KUI UPNVJ menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjembatani dan mengembangkan kerja sama internasional yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan tinggi dan masyarakat.


