Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik global. Pada Kamis, 25 September 2025, UPNVJ menggelar pertemuan daring dengan Asian Technology University (ATU), Uzbekistan, untuk membahas peluang kerja sama internasional yang dapat segera diimplementasikan.
Pertemuan yang berlangsung melalui Zoom ini dibuka oleh Plt Kepala KUI UPNVJ, Dr. Bambang Susanto, MA., bersama staf KUI, Aditya Arhammar. Dari pihak ATU hadir Vice Rector for International Relations, Mr. Umidjon Ahunjonov. Dalam sambutannya, UPNVJ menyampaikan apresiasi atas kesediaan ATU menjajaki kerja sama, sekaligus memperkenalkan profil universitas, mulai dari jumlah fakultas, mahasiswa internasional, hingga berbagai kolaborasi global yang telah berjalan.
ATU, yang baru berdiri sebagai universitas negeri sejak tahun 2020, kini telah memiliki sekitar 7.000 mahasiswa aktif dengan fokus utama pada bidang computer science dan economics. Mereka juga tengah merencanakan pengembangan fakultas teknik sesuai visi keilmuan universitas. Kondisi ini dinilai relevan dengan program akademik UPNVJ, sehingga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Diskusi kemudian berkembang ke arah program konkret yang dapat segera dijalankan. UPNVJ menawarkan program pertukaran mahasiswa selama enam bulan dengan fasilitas bebas biaya kuliah, akomodasi asrama, serta pengakuan kredit studi sebanyak 20–24 SKS. Tawaran ini disambut positif oleh ATU, yang menegaskan kesiapan mereka untuk mengirim mahasiswa berbahasa Inggris agar komunikasi akademik berjalan lancar. Selain itu, kedua universitas juga membicarakan pertukaran dosen dan staf, penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga seminar dan konferensi internasional.
Menariknya, ATU juga mengusulkan kegiatan study tour singkat selama satu minggu sebagai langkah awal membangun kedekatan dan menjembatani perbedaan bahasa maupun budaya. UPNVJ menyambut baik gagasan ini, karena dinilai dapat menjadi pilot project sebelum program pertukaran jangka panjang dilaksanakan.
Meski penuh dengan potensi positif, kedua pihak menyadari adanya tantangan, terutama hambatan bahasa. Namun, ATU menegaskan komitmennya untuk menyiapkan pengajar dan mahasiswa berbahasa Inggris. Kedua universitas juga sepakat bahwa MoU yang akan disusun tidak boleh berhenti sebagai dokumen formal semata, melainkan harus segera ditindaklanjuti dengan program nyata yang memberi manfaat langsung bagi pengembangan akademik.
Sebagai tindak lanjut, UPNVJ dan ATU berkomitmen untuk saling bertukar draf MoU beserta profil universitas dan program internasional yang siap ditawarkan. Pertemuan ini ditutup dengan harapan besar agar kerja sama yang dijajaki dapat segera diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata, mulai dari study tour, seminar bersama, hingga pertukaran mahasiswa dan dosen.
Dengan langkah awal ini, UPNVJ menegaskan posisinya sebagai universitas yang terus berupaya memperkuat daya saing global melalui kolaborasi internasional yang strategis dan berkelanjutan.


